<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jl. Perjuangan No.1 Binjai - SUMUT</title>
	<atom:link href="http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Mar 2010 13:22:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jlperjuangan01binjai.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jl. Perjuangan No.1 Binjai - SUMUT</title>
		<link>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/osd.xml" title="Jl. Perjuangan No.1 Binjai - SUMUT" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Karya Stephen Sulaiman Schwartz : &#8220;Dua Wajah Islam: Moderatisme Vs Fundamentalisme&#8221;</title>
		<link>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/03/02/karya-stephen-sulaiman-schwartz-dua-wajah-islam-moderatisme-vs-fundamentalisme/</link>
		<comments>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/03/02/karya-stephen-sulaiman-schwartz-dua-wajah-islam-moderatisme-vs-fundamentalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 13:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Sariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/03/02/karya-stephen-sulaiman-schwartz-dua-wajah-islam-moderatisme-vs-fundamentalisme/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kaum Wahabi keras, itu karena kerja sama dengan Dinasti Saudi. Itu yang penting. Penting sekali. Dinasti Saudi ini mengidap rasa rendah diri. Kenapa? Karena mereka keturunan Musailamah al-Kadzab.&#8221; Demikian disampaikan Mantan Ketua PBNU itu pada diskusi buku karya Stephen Sulaiman &#8230; <a href="http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/03/02/karya-stephen-sulaiman-schwartz-dua-wajah-islam-moderatisme-vs-fundamentalisme/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=22&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kaum Wahabi keras, itu karena kerja sama dengan Dinasti Saudi. Itu yang penting. Penting sekali. Dinasti Saudi ini mengidap rasa rendah diri. Kenapa? Karena mereka keturunan Musailamah al-Kadzab.&#8221; Demikian disampaikan Mantan Ketua PBNU itu pada diskusi buku karya Stephen Sulaiman Schwartz berjudul Dua Wajah Islam: Moderatisme Vs Fundamentalisme dalam Wacana Global, di Auditorium Nurcholish Madjid Universitas Paramadina Jl. Gatot Subroto, Kav. 96-97, Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Rabu, (31/10/2007) malam. Buku ini berjudul asli The Two Faces of Islam: The House of Sa&amp;rsquo;ud from Tradition to Terror (2002) yang diterjemahkan dan diterbitkan kembali oleh the WAHID Institute pada September, 2007.<br />
Pada jaman Nabi Muhammad SAW, Musailamah al-Kadzab (Sang Penipu) pernah mengaku menjadi nabi. Dia dulu tinggal di Yalamlam, daerah antara Jedah dan Yaman. Dan, kata Gus Dur, Dinasti Saudi dulu menamai istananya<br />
dengan Istana Yalamlam.</p>
<p>&#8220;Ketika Faishal menjadi raja, nama itu diubah menjadi Istana Riyadh. Soal ini kita harus tahu persis sejarahnya, biar kita tidak berat sebelah&#8221;, pinta Gus Dur. &#8220;Jadi, sikap rendah diri itu lalu ditutupi dengan sikap seolah paling benar sendiri. Wahabi dijadikan alat untuk menutupi masa lalu Dinasti Saud saja,&#8221;tegas Gus Dur.</p>
<p>&#8220;Saya tahu ini dari informasi-informasi yang masuk. Saya bicara apa adanya. Obyektifitas itu penting dan menuntut sikap yang betul-betul mendalam tanpa pikiran macam-macam&#8221;, imbuhnya. Pada diskusi buku terbitan the WAHID Institute tahun 2007, ini hadir juga sebagai pembedah intelektual Syiah Jalaluddin Rakhmat dan Dosen Universitas Paramadina Ihsan Ali Fauzi. Ratusan hadirin terlihat memenuhi ruang diskusi.<br />
Mengomentari isi buku, Jalaluddin Rakhmat menyatakan, buku yang sebetulnya hanya menampilkan satu wajah Islam Wahabi, ini akan banyak memukul para dai di negeri ini. &#8220;Mereka hanyalah loud speaker Wahabi yang<br />
digerakkan dengan petro dolar dari Jazirah Arabia,&#8221; ujarnya. &#8220;Saudi mungkin kebakaran jenggot dengan buku ini,&#8221; sambungnya.<br />
Kang Jalal, sapaan akrabnya, lantas menyuguhkan beberapa ciri spesifik gerakan Wahabi. Pertama, merasa paling suci dan benar. &#8220;Dialah yang paling benar dan semua orang sesat. Dialah yang berada di jalan lurus, di atas sunnah, dan semua orang di atas bid&#8217;ah. Dialah yang menjalankan tauhid murni dan semua orang musyrik,&#8221; tegasnya.<br />
Kedua , anti plularisme. &#8220;Mereka sangat eksklusif. Merasa bahwa surga hanya milik dia dan kelompoknya,&#8221; terangnya. Ketiga , anti tradisi lokal, kecuali tradisi Arab di Padang Pasir. &#8220;Semua tradisi di tempat yang didatangi tidak disukai,&#8221; katanya. Dan keempat, anti intelektualisme. &#8220;Kita harus patuh pada<br />
wahyu al-Qur&#8217;an dan Sunnah, dengan tambahan, seperti penafsiran mereka. Karena itu, kita dilarang mengikuti penafsiran yang menyimpang dari penafsiran mereka,&#8221; ujarnya.<br />
&#8220;Jika semua ciri itu terpenuhi dalam diri kita, insya Allah agama kita becomes evil. Dan insya Allah, kita akan menjadi teroris-teroris baru yang menyebarkan ketakutan di sekitar kita,&#8221; tandasnya. &#8220;Dan, musuh paling besar dan paling tidak disukai oleh mereka adalah Syiah,&#8221; imbuh Kang Jalal disambut tawa. [IM/MT]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=22&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/03/02/karya-stephen-sulaiman-schwartz-dua-wajah-islam-moderatisme-vs-fundamentalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>3.588983 98.485679</georss:point>
		<geo:lat>3.588983</geo:lat>
		<geo:long>98.485679</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512da0a7d30144a6df6804f8fb41b36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH WAHABI</title>
		<link>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-wahabi/</link>
		<comments>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-wahabi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 17:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Sariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-wahabi/</guid>
		<description><![CDATA[Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dan sejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung- jawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini &#8230; <a href="http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-wahabi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=20&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya<br />
Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal<br />
usul dan sejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan<br />
berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung-<br />
jawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini<br />
Dahlan, I?tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah<br />
Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan<br />
lain-lain.</p>
<p>Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin<br />
Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia<br />
adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke<span id="more-20"></span><br />
negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah<br />
Baghdad, Iran, India dan Syam. Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M,<br />
dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher<br />
yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah.<br />
Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran<br />
barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan<br />
agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha?i. Bahkan<br />
Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja<br />
kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.</p>
<p>Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut<br />
madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah seorang<br />
sunni yang baik, begitu pula guru-gurunya. Namun sejak semula ayah<br />
dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa<br />
dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruh<br />
orang-orang untuk berhati-hati terhadapnya. Ternyata tidak berselang<br />
lama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun<br />
menentang dan memberi peringatan khusus padanya. Bahkan kakak<br />
kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama besar dari madzhab<br />
Hanbali, menulis buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawaiqul<br />
Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah.</p>
<p>Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad<br />
bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafii, menulis surat berisi nasehat: Wahai<br />
Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari<br />
mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa<br />
orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah,<br />
maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah<br />
tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang<br />
bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-<br />
Sawadul Adham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena<br />
engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari<br />
kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak<br />
mengikuti<br />
Jalan muslimin.</p>
<p>Sebagaimana diketahui bahwa madzhab Ahlus Sunah sampai hari ini<br />
adalah kelompok terbesar. Allah berfirman : Dan barang siapa yang<br />
menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan<br />
yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap<br />
kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka<br />
bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan ia ke dalam jahannam,<br />
dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali (QS: An-Nisa 115)</p>
<p>Salah satu dari ajaran yang (diyakini oleh Muhammad bin Abdul Wahab,<br />
adalah mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan tawassul,<br />
ziarah kubur, maulid nabi, dan lain-lain. Berbagai dalil akurat yang<br />
disampaikan ahlussunnah wal jamaah berkaitan dengan tawassul, ziarah<br />
kubur serta maulid, ditolak tanpa alasan yang dapat diterima.</p>
<p>Bahkan lebih dari itu, justru berbalik mengkafirkan kaum muslimin<br />
sejak 600 tahun sebelumnya, termasuk guru-gurunya sendiri.</p>
<p>Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin Abdul<br />
Wahab, Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan<br />
Ramadhan??<br />
Dengan segera dia menjawab, Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu<br />
orang, dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak<br />
hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir<br />
Ramadhan. Lelaki itu bertanya lagi kalau begitu pengikutmu tidak<br />
mencapai satu persen pun dari jumlah tersebut, lalu siapakah kaum<br />
muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak<br />
itu? Sedangkan engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang<br />
muslim.? Mendengar jawaban itu Ibn Abdil Wahab pun terdiam seribu<br />
bahasa.</p>
<p>Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak menggubris nasehat<br />
ayahnya dan guru-gurunya itu. Dengan berdalihkan pemurnian ajaran<br />
Islam, dia terus menyebarkan ajarannya di sekitar wilayah Najed.<br />
Orang-orang yang pengetahuan agamanya minim banyak yang terpengaruh.<br />
Termasuk diantara pengikutnya adalah penguasa Dariyah, Muhammad bin<br />
Saud (meninggal tahun 1178 H / 1765 M) pendiri dinasti Saudi, yang<br />
dikemudian hari menjadi mertuanya.</p>
<p>Dia mendukung secara penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas<br />
wilayah kekuasaannya. Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah<br />
Muhammad bin Abdul Wahab. Jika dia menyuruh untuk membunuh atau<br />
merampas harta seseorang dia segera melaksanakannya dengan keyakinan<br />
bahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik selama 600 tahun lebih,<br />
dan membunuh orang musyrik dijamin surga.</p>
<p>Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemar mempelajari<br />
sejarah nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-<br />
Ansiy, Tulaihah Al-Asadiy dll. Agaknya dia punya keinginan mengaku<br />
nabi, ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut dari<br />
daerahnya dengan julukan Al-Anshar, sedangkan pengikutnya dari luar<br />
daerah dijuluki Al-Muhajirin. Kalau seseorang ingin menjadi<br />
pengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya<br />
kemudian harus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah<br />
musyrik, begitu pula kedua orang tuanya. Dia juga diharuskan mengakui<br />
bahwa para ulama besar sebelumnya telah mati kafir.</p>
<p>Kalau mau mengakui hal tersebut dia diterima menjadi pengikutnya,<br />
kalau tidak dia pun langsung dibunuh. Muhammad bin Abdul Wahab juga<br />
sering merendahkan Nabi SAW dengan dalih pemurnian akidah, dia juga<br />
membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya, sampai-<br />
sampai seorang pengikutnya berkata : Tongkatku ini masih lebih baik<br />
dari Muhammad, karena tongkat-ku masih bisa digunakan membunuh ular,<br />
sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama<br />
sekali. Muhammad bin Abdul Wahab di hadapan pengikutnya tak ubahnya<br />
seperti Nabi di hadapan umatnya. Pengikutnya semakin banyak dan<br />
wilayah kekuasaan semakin luas.</p>
<p>Keduanya bekerja sama untuk memberantas tradisi yang dianggapnya<br />
keliru dalam masyarakat Arab, seperti tawassul, ziarah kubur,<br />
peringatan Maulid dan sebagainya. Tak mengherankan bila para pengikut<br />
Muhammad bin Abdul Wahab lantas menyerang makam-makam yang mulia.<br />
Bahkan, pada 1802, mereka menyerang Karbala-Irak, tempat dikebumikan<br />
jasad cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena<br />
makam tersebut dianggap tempat munkar yang berpotensi syirik kepada<br />
Allah.</p>
<p>Dua tahun kemudian, mereka menyerang Madinah, menghancurkan kubah<br />
yang ada di atas kuburan, menjarah hisan &#8211; hiasan yang ada di Hujrah<br />
Nabi Muhammad.</p>
<p>Keberhasilan menaklukkan Madinah berlanjut. Mereka masuk ke Mekkah<br />
pada 1806, dan merusak kiswah, kain penutup Kabah yang terbuat dari<br />
sutra. Kemudian merobohkan puluhan kubah di Ma&#8217;la, termasuk kubah<br />
tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan<br />
Sayyidina Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin<br />
Abbas.</p>
<p>Mereka terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum<br />
solihin sambil bersorak-sorai, menyanyi dan diiringi tabuhan kendang.<br />
Mereka juga mencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di<br />
kubur kaum solihin tersebut. Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan<br />
Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki, murka.<br />
Dikirimlah prajuritnya yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan<br />
Muhammad Ali, untuk melumpuhkannya. Pada 1813, Madinah dan Mekkah<br />
bisa direbut kembali.</p>
<p>Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Saud<br />
bangkit kembali mengusung paham Wahabi. Tahun 1924, ia berhasil<br />
menduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelemahan<br />
Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I.</p>
<p>Sejak itu, hingga kini, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di<br />
Arab Saudi. Dewasa ini pengaruh gerakan Wahabi bersifat global.<br />
Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan<br />
ideologi Wahabi. Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah<br />
tenang penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab kelompok ekstrem itu<br />
selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafii yang<br />
sudah mapan.</p>
<p>Kekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah<br />
di atas makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma&#8217;la (Mekkah),<br />
di Baqi dan Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan<br />
tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah di<br />
atas tanah Nabi SAW dilahirkan, yaitu di Suq al Leil diratakan dengan<br />
tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta,<br />
namun karena gencarnya desakan kaum Muslimin International maka<br />
dibangun perpustakaan.</p>
<p>Kaum Wahabi benar-benar tidak pernah menghargai peninggalan sejarah<br />
dan menghormati nilai-nilai luhur Islam. Semula AI-Qubbatul Khadra<br />
(kubah hijau) tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan juga akan<br />
dihancurkan dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman<br />
International maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan<br />
mengurungkan niatnya.</p>
<p>Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan<br />
dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak<br />
yang menentangnya maka diurungkan.<br />
Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak<br />
mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan<br />
yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan<br />
itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat. Bahkan<br />
sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk<br />
perluasan tempat parkir.</p>
<p>Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal,<br />
disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu<br />
juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.<br />
Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabisme paling punya<br />
andil dalam pemusnahan ini. Kaum Wahabi memandang situs-situs sejarah<br />
itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru.</p>
<p>Pada bulan Juli yang lalu, Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di<br />
wilayah tersebut mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam<br />
kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu<br />
akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah<br />
jamaah haji dan umrah.<br />
Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah.<br />
Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat<br />
parkir, katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300<br />
bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun<br />
terakhir.</p>
<p>Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak<br />
Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan<br />
maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun<br />
1994. Dalam maklumat tersebut tertulis, Pelestarian bangunan bangunan<br />
bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala.</p>
<p>Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan.<br />
Mereka banyak menghancurkan peninggalan- peninggalan Islam sejak masa<br />
Ar-Rasul SAW. Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh<br />
modernisasi ala Wahabi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para<br />
arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan<br />
juta dollar untuk menggali peninggalan- peninggalan sebelum Islam baik<br />
yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata.</p>
<p>Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah<br />
menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini<br />
merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu<br />
keraguan di kemudian hari.</p>
<p>Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan<br />
ekstrim, mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh<br />
keuangan yang cukup besar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang<br />
tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahli<br />
bidah. Itulah ucapan yang selalu didengungkan di setiap kesempatan,<br />
mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali<br />
kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan<br />
kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng-<br />
Islam-kan penduduk negeri ini.</p>
<p>Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan<br />
Hindu dan Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 %<br />
penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang<br />
10% sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja<br />
tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Justru mereka<br />
dengan mudahnya mengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid<br />
kepada Allah SWT.</p>
<p>Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo<br />
untuk berdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang menjadi<br />
corong kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme,<br />
penyembah berhala atau masih kafir. (Naudzu billah min dzalik).</p>
<p>Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai<br />
faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah. Mereka<br />
berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai<br />
golongan yang selamat dan sebagainya, itu semua omong kosong belaka.<br />
Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai<br />
ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz<br />
(yang sekarang dinamakan Saudi).</p>
<p>Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari<br />
para ulama yang sholeh dan alim, bahkan anak-anak serta balita pun<br />
mereka bantai di hadapan ibunya.<br />
Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. Semua itu mereka<br />
lakukan dengan dalih memberantas bidah, padahal bukankah nama Saudi<br />
sendiri adalah suatu nama bidah Karena nama negeri Rasulullah SAW<br />
diganti dengan nama satu keluarga kerajaan pendukung faham wahabi<br />
yaitu As-Saud.</p>
<p>Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini<br />
dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam<br />
memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini<br />
adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI &amp;<br />
MUSLIM dan lainnya. Diantaranya: Fitnah itu datangnya dari sana,<br />
fitnah itu datangnya dari arah sana, sambil menunjuk ke arah timur<br />
(Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)</p>
<p>Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur&#8217;an<br />
namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke<br />
hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari<br />
busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak<br />
akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).<br />
(HR Bukho-ri no 7123, Juz 6 hal 20748).</p>
<p>Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan<br />
Ibnu Hibban : Nabi SAW pernah berdoa: Ya Allah, berikan kami berkah<br />
dalam negara Syam dan Yaman, Para sahabat berkata: Dan dari Najed,<br />
wahai Rasulullah, beliau berdoa: Ya Allah, berikan kami berkah dalam<br />
negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW<br />
bersabda: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana<br />
pula akan muncul tanduk syaitan., Dalam riwayat lain dua tanduk<br />
syaitan.</p>
<p>Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka<br />
adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas<br />
ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia<br />
telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya<br />
hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari<br />
majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah<br />
terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya.</p>
<p>Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal: Tidak<br />
perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab,<br />
karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu<br />
sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah<br />
bercukur (gundul), karena ahli bidah sebelumnya tidak pernah berbuat<br />
demikian. Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub<br />
Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jalaudz Dzolam sebuah<br />
hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW:<br />
Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah BANY HANIFAH seorang<br />
lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya<br />
selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi<br />
kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk<br />
berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin. (AI-Hadits)</p>
<p>BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan<br />
Muhammad bin Saud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid AIwi<br />
menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad<br />
bin Abdul Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi SAW yang mengisyaratkan<br />
bahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduk<br />
setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua<br />
tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan<br />
Muhammad Ibn Abdil Wahab.</p>
<p>Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H / 1792 M, seorang<br />
ulama mencatat tahunnya dengan hitungan Abjad: Ba daa halaakul<br />
khobiits (Telah nyata kebinasaan Orang yang Keji) (Masun Said Alwy)</p>
<p>Diambil dari rubrik : Bayan, majalah bulanan Cahaya Nabawiy No. 33 Th.<br />
III Syaban 1426 H / September 2005 M</p>
<p>Wassalamualaikum wr wb</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=20&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-wahabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>3.588983 98.485679</georss:point>
		<geo:lat>3.588983</geo:lat>
		<geo:long>98.485679</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512da0a7d30144a6df6804f8fb41b36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Wahabi (Bagian 1)</title>
		<link>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-wahabi-bagian-1/</link>
		<comments>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-wahabi-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 17:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Sariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Info  pesantrenbuntet Oleh: M. Zaim Nugroho MENULIS sejarah Wahabi tidak terlepas dari negara asalanya aliran ini berasal, yaitu Arab Saudi. Arab Saudi adalah satu-satunya negeri di mana para ulama masih mendominasi peran perubahan masyarakat. Di negeri ini, nasionalisme, Pan-Arabisme, Pan-Islamisme, &#8230; <a href="http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-wahabi-bagian-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=17&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Info  <a href="http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=316&amp;Itemid=41">pesantrenbuntet</a></p>
<p>Oleh: M. Zaim Nugroho</p>
<div>MENULIS sejarah Wahabi tidak terlepas dari negara asalanya aliran ini berasal, yaitu Arab Saudi. Arab Saudi adalah satu-satunya negeri di mana para ulama masih mendominasi peran perubahan masyarakat. Di negeri ini, nasionalisme, Pan-Arabisme, Pan-Islamisme, sosialisme Islam, yang memainkan peran di negeri-negeri Muslim lainnya, tidak punya gaung. Satu-satunya doktrin yang ditoleransi adalah paham Wahhabiyah. Dengan itu, Arab Saudi menjadi sebuah kerajaan yang totalitarian, tak kenal kompromi.</div>
<p>Tidak mengherankan jika kerajaan Saudi memandang nasionalisme Nasser di Mesir sebagai ancaman langsung terhadap keberadaannya. Untuk menahan pengaruh Nasser yang makin menguat, kerajaan Saudi mengulurkan <span id="more-17"></span>tangannya kepada para aktivis Ikhwanul Muslimin – tidak saja mereka yang terusir dari Mesir, tetapi juga dari negara-negara Arab sekular lainnya seperti Syria dan Irak.</p>
<p>Nama “Wahabisme” dan “Wahabi” berasal dari Muhammad ibn Abd al Wahhab (1703-1792). Nama ini diberikan orang-orang yang berada di luar gerakan tersebut, dan kerap kali dengan makna yang terkesan buruk. Kaum Wahabi sendiri lebih suka istilah al-Muwahhidun atau Ahl al-Tawhid sebagai nama kelompok mereka. Menurut Algar, penggunaan nama-nama ini mencerminkan keinginan untuk menggunakan secara eksklusif prinsip tawhid, yang merupakan landasan Islam itu sendiri.</p>
<p>Pada saat yang sama, mereka membedakan diri dari seluruh umat Islam yang lain, yang mereka cap telah melakukan syirik. Akan tetapi, tidak ada alasan menerima monopoli atas prinsip tawhid tersebtu, dan karena gerakan yang menjadi pokok pembahasan ini merupakan karya seorang manusia, yakni Muhammad b. ‘Abd al-Wahhab, maka cukup beralasan dan lazim untuk menyebut mereka “Wahabisme” dan “kaum Wahabi” (Algar, 2003: 1-2).</p>
<p>Dalam sejarah pemikiran Islam yang telah berlangsung lama dan sangat kaya, Wahabisme tidak menempati tempat yang begitu penting. Secara intelektual gerakan ini adalah marjinal, tetapi bernasib baik karena muncul di Semenanjung Arab (meski di Najd, yang relatif jauh dari semenanjung itu) dan karena itu dekat dengan Haramayn, yang secara geografis merupakan jantung dunia Muslim.</p>
<p>Selain itu, dinasti Saudi, yang menjadi patron gerakan Wahabisme, bernasib baik ketika pada abad keduapuluh mereka memperoleh kekayaan minyak yang luar biasa, yang sebagiannya digunakan menyebarluaskan Wahabisme. Jika tidak ada dua faktor tersebut, Wahabisme mungkin saja hanya dicatat dalam sejarah sebagai gerakan sektarian yang marjinal dan berumur pendek. Kedua faktor yang sama pula, yang diperkuat dengan adanya sejumlah kesamaan dengan kecenderungan-kecenderungan kontemporer lainnya di dunia Islam, telah menyebabkan Wahabisme dapat bertahan lama. (Algar, 2003: 2)</p>
<p>Sebagai aliran pemikiran atau sekte tersendiri, Wahabi dicirikan, khususnya oleh para pengamat non-Muslim yang mencari deskripsi ringkas mengenainya, sebagai kaum Sunni yang “ekstrem” atau sebagai kaum Sunni yang “konservatif,” dengan kata-kata sifat seperti “keras” atau “ketat” ditambahkan di belakangnya, untuk memberikan gambaran yang lebih pasti. Namun, kalangan Sunni mengamati bahwa kaum Wahabi, sejak pertama kali aliran mereka dikumandangkan, tidak bisa dimasukkan sebagai bagian dari Ahl al-Sunnah wa al-Jama`ah. Hal itu karena hampir semua praktik, tradisi dan keyakinan yang dikecam oleh Muhammad b. `Abd al-Wahhab sudah lama diakui sebagai bagian integral dari Islam Sunni, diuraikan dalam banyak sekali literatur dan diterima oleh sebagian besar kaum Muslim.</p>
<p>Karena alasan ini, banyak ulama yang hidup pada masa ketika Wahabisme pertama kali dikampanyekan mengecam pendukungnya sebagai bukan bagian dari Ahl al-Sunnah wa al-Jama`ah. Bahwa sekarang Wahabisme dipandang sebagai bagian dari Sunni, hal itu menunjukkan bahwa istilah “Sunni” mulai memperoleh makna yang luar biasa longgar. (Algar, 2003: 2-3)</p>
<p>Karena ketertarikan yang ditunjukkan Muhamad b. ‘Abd al-Wahhab pada karya-karya Ibn Taymiyah, Wahabisme senantiasa diklaim mencerminkan kemunculan yang tertunda dari warisan Ibn Taymiyah. Klaim ini sulit dipertahankan. Apapun pendapat orang tentang posisi atau sikap Ibn Taymiyah, tidak diragukan bahwa ia adalah pemikir yang jauh lebih canggih dan produktif dibandingkan dengan Muhammad b. ‘Abd al-Wahhab. Lebih dari itu, perbedaan kunci antara kedua orang ini adalah: kendati Ibn Taymiyah menentang aspek-aspek tertentu Sufisme pada zamannya yang ia pandang keliru atau menyimpang, ia tidak menolak Sufisme secara keseluruhan. Ia sendiri adalah pelopor tarikat Qadiriyyah. Sebaliknya, Muhammad b. ‘Abd al-Wahhab menolak tasawuf secara lebih luas, akar maupun cabangnya, bukan hanya manifestasi tertentu tasawuf. (Algar, 9-10)</p>
<p><strong> Ekspansi Wahabi</strong><br />
Wahhabisme atau Wahhabiyah diambil dari Syeikh Muhammad ibn `Abd al-Wahhab (1703-1792), pendiri gerakan puritanisme keagamaan di Semenanjung Arabia yang pada akhirnya berujung pada pembentukan negara Islam Arab Saudi. Ia dilahirkan pada tahun 1703 di Uyaina, sebuah kota yang sekarang ini sudah tidak ada lagi, di wilayah Najd, Arabia. Ia memperoleh pendidikan agama, dan pernah belajar di Madinah. Ia kemudian berkelana ke mana-mana, berkunjung dan belajar ke tempat-tempat seperti Syria, Irak, Kurdistan, dan Persia. Ketika kembali ke Arabia, ia mulai mengajarkan bentuk Islam yang puritan, yang menyerukan kaum Muslim untuk kembali kepada dasar-dasar Islam seperti yang dikemukakan dalam al-Qur’an dan hadis, tentunya sebagaimana yang ia sendiri pahami dan tafsirkan.</p>
<p>Pada sekitar tahun 1777, ia tinggal di Dariyah, Arabia, dan di sana ibn al-Wahhab menjadi “pemimpin spiritual” keluarga besar Sa`ud. Pada masa itu, klan Sa`ud adalah sebuah kelompok pembesar atau elite lokal yang sedang berusaha untuk memperluas pengaruh dan wewenang. Wahhab lalu menandatangani semacam “perjanjian kerja sama” dengan Muhammad ibn Sa`ud, pemimpin klan di atas. Ibn al-Wahhab dan pengikut-pengikutnya akan mendukung upaya-upaya keluarga ibn al-Sa`ud untuk memperluas pengaruh dan wewenang mereka, dan keluarga al-Sa`ud – sebagai konpensasinya – akan menyebarkan versi Islam Wahhabi yang puritan itu.<br />
Tentang pertemuan keduanya di Oasis Dir`iyyah.  Menurut Abu Hakimah, salah satu penulis sejarah ibn al-Wahhab:</p>
<p>Muhammad ibn Sa`ud menyambut Muhammad ibn al-Wahhab dan berkata, “Oasis ini milikmu, dan jangan takut kepada musuh-musuhmu. Dengan nama Allah, bahkan jika semua [orang] Najd dipanggil untuk menyingkirkan kamu, kami tidak akan pernah setuju untuk mengusirmu.” Muhammad ibn `Abd al-Wahhab menjawab, “Anda adalah pemimpin mereka yang menetap di sini dan Anda adalah seorang yang bijak. Saya ingin Anda menyatakan sumpah Anda kepada saya bahwa Anda akan melaksanakan jihad (perang suci) terhadap orang-orang kafir. Sebagai imbalannya, Anda akan menjadi imam, pemimpin masyarakat Muslim, dan saya akan menjadi pemimpin dalam masalah-masalah keagamaan. (dikutip dalam al-Rasheed, 2002: 17).</p>
<p>Dengan terbentuknya koalisi antara Ibn Sa`ud dan `Abd al-Wahhab, Wahhabiyah menjadi ideologi keagamaan bagi suatu unifikasi antarsuku di Arabia Tengah dan apa yang dapat disebut sebagai gerakan Wahhabiyah pun dimulai. Sebagai imam kembar gerakan Wahhabiyah, Ibn Sa`ud dan `Abd al-Wahhab menjadi pemimpin spiritual dan temporal wilayah itu.<br />
Banyak deskripsi mengenai keberhasilan ekspansi Wahhabi-Saudi yang awal menekankan fakta bahwa raid sejalan dengan praktik-praktik kesukuan yang dominan kala itu. Sekalipun mengandung kebenaran, hal ini menyepelekan pentingnya dimensi spiritual koalisi itu, yang menjadi daya tarik sedikitnya bagi sebagian pengikut Wahhabi yang awal. Selain keuntungan material, Wahhabisme juga menawarkan penyelamatan bukan saja di dunia ini, melainkan juga di akhirat kelak. Menurut sejarawan Madawi al-Rasheed (2002: 20), al-Wahhab membawa sesuatu yang baru, yakni pentingnya tawhid, ke dalam tradisi keislaman Najd yang sebelumnya didominasi fiqh.</p>
<p>Mereka dengan sengaja mengaitkan gerakan mereka dengan kaum Khawarij, kelompok puritan dan ekstremis pertama dalam sejarah Islam, dan seperti kelompok pendahulunya yang fanatik itu, mereka memfokuskan kemarahan mereka pertama-tama ke dalam, untuk menghancurkan apa yang mereka pandang sebagai sebab-sebab kemunduran kaum Muslim. Karena itu, mereka mulai memerangi suku-suku yang ada di sekeliling mereka dan memaksa suku-suku tersebut untuk mengikuti versi Islam mereka.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan militer `Abd al-`Aziz, anak Muhammad ibn Sa`ud, mereka mulai ekspansi mereka ke Riyadh, Kharj, dan Qasim di wilayah Arabia Tengah pada 1792. Setelah berhasil menduduki wilayah itu, mereka melanjutkan ekspansi ke timur ke Hasa, dan menghancurkan kekuasaan Banu Khalid di wilayah itu. Para pengikut Syi`ah di kawasan ini, yang jumlahnya cukup banyak, dipaksa untuk menyerah dan mengikuti Wahhabisme atau dibunuh. Lalu, ekspansi dilanjutkan ke Teluk Persia dan Oman: Qatar mengakui kekuasaan Saud-Wahhabi pada 1797, dan Bahrain menyusul tak lama kemudian. Mereka semua diwajibkan untuk membayar zakat ke Dir`iyyah.</p>
<p>Ekspansi awal Wahhabi-Saudi yang menentukan berlangsung ke barat, khususnya ke Hijaz, di mana dua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah, berada. Dalam ekspansi ini mereka berhadapan dengan otoritas keagamaan yang lain, yakni Syarif Mekkah, yang memperoleh legitimasinya dari Khalifah Turki Usmani. Terlepas dari upaya keras orang-orang Hijaz untuk bertahan, koalisi Wahhabi-Saud berhasil memantapkan hegemoni mereka di Ta’if pada 1802, Mekkah pada 1803, dan Madinah setahun kemudian. Setelah kemenangan itu, para ulama Wahhabi memerintahkan penghancuran kubah yang ada di makam-makam Nabi Muhammad dan para sahabatnya di Madinah.</p>
<p>Kemenangan di Hijaz mendorong koalisi Wahhabi-Sa`ud untuk meneruskan ekspansi ke wilayah selatan ke `Asir, di mana para pemimpin lokalnya segera memeluk Wahhabisme dan ikut serta dalam ekspansi selanjutnya ke Yaman. Kuatnya pertahanan orang-orang Yaman, ditambah dengan kondisi geografis yang kurang dikuasai pasukan Wahhabi, membuat Yaman tidak berhasil ditundukkan sepenuhnya.</p>
<p>Ekspansi lain mencapai ladang subur Mesopotamia, sekaligus mengancam bagian-bagian penting daerah kekuasaan Turki Usmani, Pada 1802, di hari suci `Asyura, mereka melabrak tembok Karbala dan membunuh 2.000-an pengikut Syi`ah yang sedang bersehbahyang sambil merayakan Muharram. Dengan kemarahan yang tak terkontrol, mereka menghancurkan makam-makam Ali, Husayn, imam-imam Syi`ah, dan khususnya kepada makam puteri Nabi, Fatimah.</p>
<p>Pada tahun 1803-1804, pasukan Wahabi juga menyerbu Mekkah dan Medinah. Mereka membunuh syekh dan orang awam yang tidak bersedia masuk Wahabi. Perhiasan dan perabotan yang mahal dan indah – yang disumbangkan oleh banyak raja dan pangeran dari seluruh dunia Islam untuk memperindah banyak makam wali di seputar Mekkah dan Madinah, makam Nabi, dan Masjidil Haram – dicuri dan dibagi-bagi. Pada 1804, Mekkah jatuh ke tangah Wahabi. Dunia Islam guncang, lebih-lebih karena mendengar kabar bahwa makam nabi telah dinodai dan dijarah, rute jamaah haji ditutup, dan segala bentuk peribadatan yang tidak sejalan dengan praktik Wahabi dilarang (Allen, 2006: 64).</p>
<p>Abd al-Aziz, yang setelah kematian Muhammad ibn Abd al-Wahhab memegang dua gelar amir dan imam sekaligus, wafat pada 1806. Ia dibunuh ketika sedang sembahyang di masjid Dir`iyyah. Pembunuhnya adalah pengikut Syiah dari Karbala yang memburunya dalam rangka membalas dendam terhadap perbuatan pasukan Wahabi di Karbala. Ia digantikan oleh putranya, Sa`ud ibn Sa`ud yang berkuasa sampai 1814, yang digantikan putranya bernama Abdullah ibn Sa`ud.</p>
<p><strong>Reaksi Konstantinopel<br />
</strong>Dominasi Wahabi di tanah suci juga menjadi tantangan langsung terhadap otoritas Khalifah di Turki. Beberapa kali serangan dilancarkan oleh Khalifah dari Baghdad tetapi gagal. Muhammad Ali Pasya, wazir atau wakil Khalifah di Mesir, diserahi tanggungjawab mengambil alih Hijaz dan tanah suci dan mengembalikannya kepada Khalifah sebagai khadimul haramayn. Setelah gagal di tahun 1811, pada 1812 pasukan kekhalifahan Usmani dari Mesir tersebut berhasil menduduki Madinah. Pada tahun 1815, kembali pasukan dari Mesir menyerbu Riyadh, Mekkah, dan Jeddah. Kali ini pasukan Wahhabi kucar-kacir.</p>
<p>Ibrahim Pasya, putra sang penguasa Mesir, datang dengan kekuatan sekitar 8000 pasukan kavaleri dan infantri dari Mesir, Albania, dan Turki. Ibrahim menawarkan enam keping perak untuk setiap kepala pengikut Wahabi yang berhasil dibunuh. Di akhir pertempuran, lapangan di depan markasnya berdiri piramida kepala pengikut Wahhabi. Pada 1818, pertahanan terakhir Wahabi yang dipimpin Abdullah ibn Sa`ud di Dir`iyyah diserbu dan setelah beberapa bulan dikepung, mereka menyerah.</p>
<p>Ibrahim Pasya mengumpulkan semua ulama Wahabi yang bisa didapat, kira-kira lima ratusan ulama, dan menggiring mereka ke masjid besar. Di sana, selama tiga hari, ia memimpin debat keagamaan dalam rangka meyakinkan ulama Wahabi bahwa ajaran mereka sesat. Di akhir hari keempat, kesabarannya habis dan ia memerintahkan pengawalnya supaya membunuh mereka sehingga masjid Dir`iyyah, dalam kata-kata pengelana William Palgrave, ‘menjadi kuburan berdarah teologi Wahabi.’</p>
<p>Abdullah ibn Sa`ud sendiri beserta beberapa anggota keluarganya ditawan dan dibawa ke Kairo dan kemudian ke Konstantinopel. Di ibukota Khilafah Usmani itu dia dipermalukan, diarak keliling kota di tengah cemoohan penonton selama tiga hari. Kemudian kepalanya dipenggal dan tubuhnya dipertontonkan kepada kerumunan yang marah. Sisa-sisa keluarga Sa`udi-Wahabi menjadi tawanan di Kairo.</p>
<p>Kehancuran Wahabi disambut gembira di banyak negeri Muslim. Seorang ulama mazhab Hanafi bernama Muhammad Amin ibn Abidin yang hidup di awal abad XIX mengatakan, “Ia mengaku pengikut mazhab Hanbali, tapi dalam pemikirannya hanya dia saja yang Muslim dan semua orang lain adalah musyrik. Ia mengatakan bahwa membunuh Ahlussunnah adalah halal, sampai akhirnya Allah menghancurkannya pada tahun 1233 Hijriah (181<img title="8)" src="http://buntetpesantren.org/components/com_easybook/images/sm_cool.gif" border="0" alt="8)" /> melalui pasukan Muslim.” (Allen, 2006: 6<img title="8)" src="http://buntetpesantren.org/components/com_easybook/images/sm_cool.gif" border="0" alt="8)" />.</p>
<p>Demikianlah, fase pertama aliansi Wahabi-Saudi, yang juga dikenal dengan Negara Saudi I, berhenti secara brutal, sekejam serbuan dan penaklukan yang mereka lakukan sejak aliansi terbentuk. (Bersambung)</p>
<p>Zaim Nugroho, keluarga dari Buntet Pesantren, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. Kini aktif di salah satu Lembaga Penelitian Pemilu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=17&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-wahabi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>3.588983 98.485679</georss:point>
		<geo:lat>3.588983</geo:lat>
		<geo:long>98.485679</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512da0a7d30144a6df6804f8fb41b36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Afit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://buntetpesantren.org/components/com_easybook/images/sm_cool.gif" medium="image">
			<media:title type="html">8)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://buntetpesantren.org/components/com_easybook/images/sm_cool.gif" medium="image">
			<media:title type="html">8)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Merayakan Peringatan Maulid Nabi</title>
		<link>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi/</link>
		<comments>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 16:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Sariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Info www.pesantrenvirtual.com menurut Imam Al-Suyuthi tercatat sebagai raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW ini dengan perayaan yang meriah luar biasa [1]. Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan maulid ini. Imam &#8230; <a href="http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=9&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Info <a title="Link Pesantren Virtual" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1150-etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi">www.pesantrenvirtual.com</a></p>
<p>menurut Imam Al-Suyuthi tercatat sebagai raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW ini dengan perayaan yang meriah luar biasa <a title="_ftnref1" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1150-etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi#_ftn1">[1]</a>. Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan maulid ini.</p>
<p dir="ltr">Imam Al-Hafidz Ibnu Wajih menyusun kitab maulid yang berjudul <em>“Al-Tanwir fi Maulidi al-Basyir al-Nadzir”</em><em>.</em> Konon kitab ini adalah kitab maulid pertama yang disusun oleh ulama.</p>
<p dir="ltr">Di negeri kita tercinta ini, meskipun tidak dapat disebut sebagai Negara Islam, banyak masyarakat yang merayakannya dan telah menjadi tradisi mereka. <span id="more-9"></span>Pemerintah pun telah menjadikan peringatan ini salah satu agenda rutin dan acara kenegaraan tahunan yang dihadiri oleh pejabat tinggi negara serta para duta besar negara-negara sahabat berpenduduk Islam. Hari peringatan maulid Nabi tekah telah disamakan dengan hari-hari besar keagamaan lainnya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pendapat Ulama dan Silang pendapat mengenai perayaan Maulid Nabi</strong></p>
<p dir="ltr">Hukum perayaan maulid telah menjadi topik perdebatan para ulama sejak lama dalam sejarah Islam, yaitu antara kalangan yang memperbolehkan dan yang melarangnya karena dianggap bid&#8217;ah. Hingga saat ini pun masalah hukum maulid, masih menjadi topik hangat yang diperdebatkan kalangan muslim. Yang ironis, di beberapa lapisan masyarakat muslim saat ini permasalahan peringatan maulid sering dijadikan tema untuk berbeda pendapat yang kurang sehat, dijadikan topik untuk saling menghujat, saling menuduh sesat dan lain sebagainya. Bahkan yang tragis, masalah peringatan maulid nabi ini juga menimbulkan kekerasan sektarianisme antar pemeluk Islam di beberapa tempat. Seperti yang terjadi di salah satu kota Pakistan tahun 2006 lalu, peringatan maulid berakhir dengan banjir darah karena dipasang bom oleh kalangan yang tidak menyukai maulid.</p>
<p dir="ltr">Untuk lebih jelas mengenai duduk persoalan hukum maulid ini, ada baiknya kita telaah sejarah pemikiran Islam tentang peringatan maulid ini dari pendapat para ulama terdahulu. Tentu saja tulisan ini tidak memuat semua pendapat ulama Islam, tetapi cukup ulama dominan yang dapat dijadikan rujukan untuk membuat sebuah peta pemikiran.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pendapat Ibnu Taymiyah:</strong></p>
<p dir="ltr">Ibnu Taymiyah dalam kitab Iqtidla&#8217;-us-Syirat al-Mustqim (2/83-85) mengatakan: <em>&#8220;Rasululullah s.a.w. telah melakukan kejadian-kejadian penting dalam sejarah beliau, seperti khutbah-khutbah dan perjanjian-perjanjian beliau pada hari Badar, Hunain, Khandaq, pembukaan Makkah, Hijrah, Masuk Madinah. Tidak seharusnya hari-hari itu dijadikan hari raya, karena yang melakukan seperti itu adalah umat Nasrani atau Yahudi yang menjadikan semua kejadian Isa hari raya. Hari raya merupakan bagian dari syariat, apa yang disyariatkan itulah yang diikuti, kalau tidak maka telah membuat sesuatu yang baru dalam agama. Maka apa yang dilakukan orang memperingati maulid, antara mengikuti tradisi Nasrani yang memperingati kelahiran Isa, atau karena cinta Rasulullah. Allah mungkin akan memberi pahala atas kecintaan dan ijtihad itu, tapi tidak atas bid&#8217;ah dengan menjadikan maulid nabi sebagai hari raya. Orang-orang salaf tidak melakukan itu padahal mereka lebih mencintai rasul&#8221;.</em></p>
<p dir="ltr">Namun dalam bagian lain di kitab tersebut, Ibnu Taymiyah menambahkan:&#8221;M<em>erayakan maulid dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin dalam setahun yang telah dilakukan oleh orang-orang, akan mendapatkan pahala yang besar sebab tujuannya baik dan mengagungkan Rasulullah SA. Seperti yang telah saya jelaskan, terkadang sesuatu itu baik bagi satu kalangan orang, padahal itu dianggap kurang baik oleh kalangan mu&#8217;min yang ketat. Suatu hari pernah ditanyakan kepada Imam Ahmad tentang tindakan salah seorang pejabat yang menyedekahkan uang 100 dinar untuk membuat mushaf Qur&#8217;an, beliau menjawab:&#8221;Biarkan saja, itu cara terbaik bagi dia untuk menyedekahkan emasnya&#8221;. Padahal madzhab Imam Ahmad mengatakan bahwa menghiasi Qur&#8217;an hukumnya makruh. Tujuan Imam Ahmad adalah bahwa pekerjaan itu ada maslahah dan ada mafsadahnya pula, maka dimakruhkan, akan tetapi apabila tidak diperbolehkan, mereka itu akan membelanjakan uanngnya untuk kerusakan, seperti membeli buku porno dsb.</em></p>
<p dir="ltr"><em>Pahamilah dengan cerdas hakekat agama, lihatlah kemaslahatan dalam setiap pekerjaan dan kerusakannya, sehingga kamu mengetahui tingkat kebaikan dan keburukan, sehingga pada saat terdesak kamu bisa memilih mana yang terpenting, inilah hakekat ilmu yang diajarkan Rasulullah. Membedakan jenis kebaikan, jenis keburukan dan jenis dalil itu lebih mudah. Sedangkan mengetahui tingkat kebaikan, tingkat keburukan dan tingkat dalil itu pekerjaan para ulama.</em></p>
<p dir="ltr"><em>Selanjutnya Ibnu Taymiyah menjelaskan tingkat amal solih itu ada tiga. </em></p>
<p dir="ltr"><em>Pertama Amal sholeh yang masyru&#8217; (diajarkan) dan didalamnya tidak ada kemaruhan sedikitpun. Inilah sunnah murni dan hakiki yang wajib dipelajari dan diajarkan dan inilah amalan orang solih terdahulu dari zaman muhajirin dan anshor dan pengikutnya.</em></p>
<p dir="ltr"><em>Kedua: Amal solih dari satu sisi, atau sebagian besar sisinya berisi amal solih seperti tujuannya misalnya, atau mungkin amal itu mengandung pekerjaan baik. Amalan-amalan ini banyak sekali ditemukan pada orang-orang yang mengaku golongan agama dan ibadah dan dari orang-orang awam juga. Mereka itu lebih baik dari orang yang sama sekali tidak melakukan amal solih, lebih baik juga daripada orang yang tidak beramal sama sekali dan lebih baik dari orang yang amalannya dosa seperti kafir, dusta, hianat, dan bodoh. Orang yang beribadah dengan ibadah yang mengandung larangan seperti berpuasa lebih sehari tanpa buka (wisal), meninggalkan kenikmatan tertentu (mubah yang tidak dilarang), atau menghidupkan malam tertentu yang tidak perlu dikhususkan seperti malam pertama bulan Rajab, terkadang mereka itu lebih baik dari pada orang pengangguran yang malas beribadah dan melakukan ketaatan agama. Bahkan banyak orang yang membenci amalan-amalan seperti ini, ternyata mereka itu pelit dalam melakukan ibadah, dalam mengamalkan ilmu, beramal solih, tidak menyukai amalan dan tidak simpatik kepadanya, tetapi tidak juga mengantarkannya kepada kebaikan, misalnya menggunakan kemampuannya untuk kebaikan. Mereka ini tingkah lakunya meninggalkan hal yang masyru&#8217; (dianjurkan agama) dan yang tidak masyru&#8217; (yang tidak dianjurkan agama), akan tetapi perkatannya menentang yang tidak masyru&#8217; (yang tidak diajarkan agama). </em></p>
<p dir="ltr"><em>Ketiga: Amalan yang sama sekali tidak mengandung kebaikan, karena meninggalkan kebaikan atau mengandung hal yang dilarang agama. (ini hukumnya jelas). </em></p>
<p dir="ltr"><strong>Pendapat Ibnu Hajar al-Haithami:</strong> &#8220;Bid&#8217;ah yang baik itu sunnah dilakukan, begitu juga memperingati hari maulid Rasulullah&#8221;.</p>
<p dir="ltr"><strong>Pendapat Abu Shamah</strong> (guru Imam Nawawi):&#8221;Termasuk yang hal baru yang baik dilakukan pada zaman ini adalah apa yang dilakukan tiap tahun bertepatan pada hari kelahiran Rasulullah s.a.w. dengan memberikan sedekah dan kebaikan, menunjukkan rasa gembira dan bahagia, sesungguhnya itu semua berikut menyantuni fakir miskin adalah tanda kecintaan kepada Rasulullah dan penghormatan kepada beliau, begitu juga merupakan bentuk syukur kepada Allah atas diutusnya Rasulullah s.a.w. kepada seluruh alam semesta&#8221;.</p>
<p dir="ltr"><strong>Ibnu Hajar al-Asqolani</strong> dalam kitab Fatawa Kubro menjelaskan:&#8221;Asal  melakukan maulid adalah bid&#8217;ah, tidak diriwayatkan dari ulama salaf dalam tiga abad pertama, akan tetapi didalamnya terkandung kebaikan-kebaikan dan juga kesalahan-kesalahan. Barangsiapa melakukan kebaikan di dalamnya dan menjauhi kesalahan-kesalahan, maka ia telah melakukan buid&#8217;ah yang baik (bid&#8217;ah hasanah). Saya telah melihat landasan yang kuat dalam hadist sahih Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah s.a.w. datang ke Madina, beliau menemukan orang Yahudi berpuasa pada haru Asyura, maka beliau bertanya kepada mereka, dan mereka menjawab:&#8221;Itu hari dimana Allah menenggelamkan Firaun, menyelamatkan Musa, kami berpuasa untuk mensyukuri itu semua. Dari situ dapat diambil kesimpulan bahwa boleh melakukan syukur pada hari tertentu di situ terjadi nikmat yang besar atau terjadi penyelamatan dari mara bahaya, dan dilakukan itu tiap bertepatan pada hari itu. Syukur bisa dilakukan dengan berbagai macam ibadah, seperti sujud, puasa, sedekah, membaca al-Qur&#8217;an dll. Apa nikmat paling besar selain kehadiran Rasulullah s.a.w. di muka bumi ini. Maka sebaiknya merayakan maulid dengan melakukan syukur berupa membaca Qur&#8217;an, memberi makan fakir miskin, menceritakan keutamaan dan kebaikan Rauslullah yang bisa menggerakkan hati untuk berbuat baik dan amal sholih. Adapun yang dilakukan dengan mendengarkan musik dan memainkan alat musik, maka hukumnya dikembalikan kepada hukum pekerjaan itu, kalau itu mubah maka hukumnya mubah, kalau itu haram maka hukumnya haram dan kalau itu kurang baik maka begitu seterusnya&#8221;.</p>
<p dir="ltr"><strong>Al-Hafidz al-Iraqi</strong> dalam kitab Syarh Mawahib Ladunniyah mengatakan:&#8221;Melakukan perayaan, memberi makan orang disunnahkan tiap waktu, apalagi kalau itu disertai dengan rasa gembira dan senang dengan kahadiran Rasulullah s.a.w. pada hari dan bulan itu. Tidaklah sesuatu yang bid&#8217;ah selalu makruh dan dilarang, banyak sekali bid&#8217;ah yang disunnahkan dan bahkan diwajibkan&#8221;.</p>
<p dir="ltr"><strong>Imam Suyuti</strong> berkata: <em>&#8220;Menurut saya asal perayaan maulid Nabi SAW, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur&#8217;an dan kisah-kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan hidupnya. Kemudian dihidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu tergolong bid&#8217;ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhamad SAW yang mulia&#8221;.</em><a title="_ftnref2" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1150-etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi#_ftn2">[2]</a></p>
<p dir="ltr"><strong>Syeh Azhar Husnain Muhammad Makhluf</strong> mengatakan:&#8221;Menghidupkan malam maulid nabi dan malam-malam bulan Rabiul Awal ini adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah, memperbanyak syukur dengan nikmat-nikmat yang diturunkan termasuk nikmat dilahirkannya Rasulullah s.a.w. di alam dunia ini. Memperingatinya sebaiknya dengan cara yang santun dan khusu&#8217; dan menjauhi hal-hal yang dilarang agama seperti amalan-amalan bid&#8217;ah dan kemungkaran. Dan termasuk cara bersyukur adalah menyantuni orang-orang susah, menjalin silaturrahmi. Cara itu meskipun tidak dilakukan pada zaman Rasulullah s.a.w. dan tidak juga pada masa salaf terdahulu namun baik untuk dilakukan termasuk sunnah hasanah&#8221;.</p>
<p dir="ltr">Seorang ulama Turkmenistan<strong> Mubasshir al-Thirazi </strong>mengatakan:&#8221;Mengadakan perayaan maulid nabi Muhammad s.a.w. saat ini bisa jadi merupakan kewajiban yang harus kita laksanakan, untuk mengkonter perayaan-perayaan kotor yang sekarang ini sangat banyak kita temukan di masyarakat&#8221;</p>
<p dir="ltr"><strong>Dalil-dalil yang memperbolehkan melakukan perayaan Maulid Nabi s.a.w. </strong></p>
<p dir="ltr">1. Anjuran bergembira atas rahmat dan karunia Allah kepada kita. Allah SWT berfirman:</p>
<p dir="rtl">قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ</p>
<p dir="rtl">
<p dir="ltr"><em>“</em>Katakanlah: &#8220;Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan<em>. </em>QS.Yunus:58.</p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">2. Rasulullah SAW sendiri mensyukuri atas kelahirannya. Dalam sebuah Hadits dinyatakan:</p>
<p dir="rtl"><strong> </strong></p>
<h1>عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ . رواه مسلم</h1>
<p dir="ltr"><em><br />
&#8220;Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku&#8221;. (H.R. Muslim, Abud Dawud, Tirmidzi, Nasa&#8217;I, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Syaibah dan Baghawi).</em></p>
<p dir="ltr">3. Diriwayatkan dari Imam Bukhori bahwa Abu Lahab setiap hari senin diringankan siksanya dengan sebab memerdekakan budak Tsuwaybah sebagai ungkapan kegembiraannya atas kelahiran Rasulullah SAW. Jika Abu Lahab yang non-muslim dan al-Qur&#8217;an jelas mencelanya, diringankan siksanya lantaran ungkapan kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW, maka bagaimana dengan orang yang beragama Islam yang gembira dengan kelahiran Rasulullah SAW.</p>
<pre><strong>Kesimpulan Hukum Maulid</strong></pre>
<p>Melihat dari pendapat-pendapat ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa pendapat-pendapat ulama terdahulu seputar peringatan maulid adalah sebagai berikut:</p>
<p dir="ltr">1. Malarang maulid karena itu termasuk bid&#8217;ah dan tidak pernah dilakukan pada zaman ulama solih pertama Islam.</p>
<p dir="ltr">2. Memperbolehkan perayaan maulid Nabi, dengan syarat diisi dengan amalan-amalan yang baik, bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Ini merupakan ekspresi syukur terhadap karunia Allah yang paling besar, yaitu kelahiran Nabi Muhammad dan ekspresi kecintaan kepada beliau.</p>
<p dir="ltr">3. Menganjurkan maulid, karena itu merupakan tradisi baik yang telah dilakukan sebagian ulama terdahulu dan untuk mengkonter perayaan-perayaan lain yang tidak Islami.</p>
<p dir="ltr">Jadi masalah maulid ini seperti beberapa masalah agama lainnya, merupakan masalah khilafiyah, yang diperdebatkan hukumnya oleh para ulama sejak dulu. Sebaiknya umat Islam melihatnya dengan sikap toleransi dan saling menghargi mengenai perbedaan pendapat ini. Tidak selayaknya mengklaim paling benar dan tidak selayaknya menuduh salah lainnya.</p>
<p dir="ltr">Bahkan kalau dicermati, sebenarnya pendapat yang melarang dan yang memperbolehkan perayaan maulid tujuannya adalah sama, yaitu sama-sama membela kecintaan mereka kepada Rasulullah s.a.w. Maka sangat disayangkan kalau umat Islam yang sama-sama dengan dalih mencintai Rasulullah s.a.w. tetapi saling hujat dan bahkan saling menyakiti.</p>
<p dir="ltr"><strong>Etika merayakan Maulid Nabi</strong></p>
<p dir="ltr">Untuk menjaga agar perayaan maulid Nabi tidak melenceng dari aturan agama yang benar, sebaiknya perlu diikuti etika-etika berikut:</p>
<p dir="ltr">1. Mengisi dengan bacaan-bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW.</p>
<p dir="ltr">Allah SWT berfirman:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً</p>
<p dir="ltr"><em>&#8220;Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya&#8221;. </em>QS. Al-Ahzab:56.</p>
<p dir="ltr">2. Berdzikir dan meningkatkan ibadah kepada Allah.</p>
<p dir="ltr">Syekh Husnayn Makhluf berkata: <em>&#8220;Perayaan maulid harus dilakukan dengan berdzikir kepada Allah SWT, mensyukuri kenikmatan Allah SWT atas kelahiran Rasulullah SAW, dan dilakukan dengan cara yang sopan, khusyu&#8217; serta jauh dari hal-hal yang diharamkan dan bid&#8217;ah yang munkar&#8221;.</em><a title="_ftnref3" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1150-etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi#_ftn3"><em><strong>[3]</strong></em></a></p>
<p dir="ltr">3. Membaca sejarah Rasulullah s.a.w. dan menceritakan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan beliau.</p>
<p dir="ltr">3. Memberi sedekah kepada yang membutuhkan atau fakir miskin.</p>
<p dir="ltr">4. Meningkatkan silaturrahmi.</p>
<p dir="ltr">5. Menunjukkan rasa gembira dan bahagia dengan merasakan senantiasa kehadiran Rasulullah s.a.w. di tengah-tengah kita.</p>
<p dir="ltr">6. Mengadakan pengajian atau majlis ta&#8217;lim yang berisi anjuran untuk kebaikan dan mensuri tauladani Rasulullah s.a.w.</p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">Jika timbul pertanyaan, perayaan maulid yang datangnya pada bulan Robi&#8217;ul Awwal, juga bertepatan dengan bulan wafat Rasulullah SAW, mengapa tidak ada luapan kesedihan  atas wafatnya beliau? Imam Suyuthi menjelaskan: <em>&#8220;Kelahiran Nabi SAW adalah kenikmatan terbesar untuk kita, sementara wafatnya beliau adalah musibah terbesar atas kita. </em><em>Sedangkan syariat memerintahkan kita untuk menampakkan rasa syukur atas nikmat dan bersabar serta diam dan merahasiakan atas cobaan yang menimpa. Terbukti agama memerintahkan untuk menyembelih kambing sebagai &#8216;aqiqoh pada saat kelahiran anak, dan tidak memerintahkan menyembelih hewan pada saat kematian, maka kaidah syariat menunjukkan bahwa yang baik pada bulan ini adalah menampakkan kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW bukan menampakkan kesusahan atas musibah yang menimpa&#8221;. </em><a title="_ftnref4" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1150-etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi#_ftn4"><em><strong>[4]</strong></em></a></p>
<p dir="ltr">Oleh karena hakekat dari perayaan maulid adalah luapan rasa syukur serta penghormatan kepada Rasulullah SAW, sudah semestinya tidak dinodai dengan kemunkaran-kemunkaran dalam merayakannya. Seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan, tampilnya perempuan di atas pentas dihadapan kaum laki-laki, alat-alat musik yang diharamkan dan lain-lain. Begitu juga peringatan maulid tidak seharusnya digunakan untuk saling provokasi antar kelompok Islam yang berujung pada kekerasan antar kelompok. Sebab jika demikian yang terjadi, maka bukanlah penghormatan yang didapat akan tetapi justru penghinaan kepada Rasulullah SAW.</p>
<p dir="ltr"><em> </em></p>
<p dir="ltr"><em> </em></p>
<p dir="ltr">Ustadz Muchib Aman Aly</p>
<p dir="ltr">Ustadz Muhammad Niam</p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">
<hr />
<p dir="ltr"><a title="_ftn1" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1150-etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi#_ftnref1">[1]</a>Imam Ghazali Said MA, Dosen Fakultas Adab UIN Sunan Ampel Surabaya, meragukan kebenaran data imam Suyuthi ini. Menurutnya, tradisi peringatan maulid sebenarnya telah dilakukan oleh orang-orang Syi&#8217;ah sebelum raja Al-Mudhaffar. Menurut penulis, ada kesalahan pemahaman dari penjelasaan imam Suyuthi ini. Imam Ghazali Said MA tidak memahami kontek penjelasan imam Suyuthi dalam kitab Al-Hawi (kumpulan fatwanya). Imam Suyuthi hanya memberi penjelasan bahwa raja-raja Islam yang pertama kali mengadakan peringatan  maulid secara besar-besaran adalah raja Al-Mudhaffar. Beliau tidak menyinggung rakyat biasa yang  bukan raja, tidak pula menyinggung raja yang memperingati secara sederhana yang tidak sebesar perayaan peringatan maulid yang dilakukan raja Al-Mudhaffar. Bisa saja sebelumnya telah ada beberapa orang atau bahkan ulama yang memperingatinya, namun tidak menjadi acara resmi Negara. Atau bahkan raja-raja sebelumnya telah ada yang memperingatinya, namun tidak semeriah Al-mudhaffar, sehingga tidak sampai menggugah para sejarawan untuk mencatatnya sebagai peristiwa yang luar biasa.</p>
<p dir="ltr"><a title="_ftn2" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1150-etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi#_ftnref2">[2]</a> Al-Hawi li al-Fatawa juz l hal. 251-252.</p>
<p dir="ltr"><a title="_ftn3" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1150-etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi#_ftnref3">[3]</a> Fatawa Syar&#8217;iyyah juz l hal.131.</p>
<p dir="ltr"><a title="_ftn4" href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/mozaik-fiqih/1150-etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi#_ftnref4">[4]</a> Mawsu&#8217;ah Yusufiyyah juz l hal. 149.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=9&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2010/02/26/etika-merayakan-peringatan-maulid-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>3.588983 98.485679</georss:point>
		<geo:lat>3.588983</geo:lat>
		<geo:long>98.485679</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512da0a7d30144a6df6804f8fb41b36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Afit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2008/02/02/hello-world/</link>
		<comments>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2008/02/02/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 04:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismed Sariyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2008/02/02/hello-world/</guid>
		<description><![CDATA[Innalillahi Wainnaillahi Rojiun Turut Berduka Cita, Atas Wafatnya Guru / Orang Tua, Kami Bapak Ismed Sariady : Ketua Yayasan Taman Siswa Cab. Binjai Semoga Amal Ibadah yang telah beliau berikan, dapat diterima di sisi Allah SWT, dan Keluarga Besar Taman &#8230; <a href="http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2008/02/02/hello-world/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=1&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Innalillahi Wainnaillahi Rojiun</strong><br />
<img class="size-full wp-image-6 aligncenter" title="ki_ismed_sariyadi2" src="http://jlperjuangan01binjai.files.wordpress.com/2009/02/ki_ismed_sariyadi2.gif?w=593" alt="ki_ismed_sariyadi2"   /> Turut Berduka Cita, Atas Wafatnya Guru / Orang Tua, Kami<br />
Bapak Ismed Sariady : Ketua Yayasan Taman Siswa Cab. Binjai</p>
<p>Semoga Amal Ibadah yang telah beliau berikan, dapat diterima di sisi<br />
Allah SWT, dan Keluarga Besar Taman Siswa tetap diberikan kesabaran<br />
dan Tabah selalu.</p>
<p>Awalnya, almarhum yang dikenal sebagai sosok muslim, dan yang baru<br />
saja<br />
menunaikan rukun islam yang kelima. Saat pulang dari tanah suci beliau<br />
di beri ujian oleh yang maha kuasa, mendapat serangan jantung kemudian<br />
langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RS Medan -<br />
Jakarta &#8211; Medan dan menghembuskan nafas terakhir di sana RS Medan hari<br />
Selasa Tgl 28 Maret 2006 Jam 17.30 WIB.</p>
<p>Jenazah bapak 7 anak putra/putri kelahiran 1941 ini dishalati di<br />
Masjid Jl. Perjuangan, setelah dimandikan di Rumah Duka dan akan<br />
dimakamkan di Binjai. Pernah menjadi Guru di Taman Siswa Cab. Binjai,<br />
dan Ketua Yayasan Taman Siswa.</p>
<p>Selama 35 tahun, sosok berpembawaan kalem dan sederhana ini<br />
mengabdikan dirinya di Taman SiswaCab. Binjai. Bahkan jabatan Ketua<br />
Yayasan sempat disandangnya selama dua periode.<br />
&#8220;Kita kaum muda/Murid dan Guru2 di Taman Siswa sangat kehilangan<br />
sosok pengayom seperti Pak Ismed Sariady,&#8221; kata Pj. Taman Siswa Cab.<br />
Binjai.</p>
<p>Segenap keluarga besar Kami turut berbela sungkawa atas kepergian<br />
beliau. Semoga arwahnya damai di sisi Allah Swt. Aaamiiin</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jlperjuangan01binjai.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jlperjuangan01binjai.wordpress.com&amp;blog=6414694&amp;post=1&amp;subd=jlperjuangan01binjai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jlperjuangan01binjai.wordpress.com/2008/02/02/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8512da0a7d30144a6df6804f8fb41b36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Afit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jlperjuangan01binjai.files.wordpress.com/2009/02/ki_ismed_sariyadi2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ki_ismed_sariyadi2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
